MediaTerhubung - Connecting The Future

Wacana Siswa Tidak Naik Kelas Kembali Menguat, Pemerintah Pertimbangkan Penerapan pada 2027

Wacana penerapan kembali kebijakan tidak naik kelas bagi siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah menjadi perhatian publik. Kebijakan ini dinilai dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi di sisi lain memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi psikologis siswa hingga potensi bertambahnya angka putus sekolah.

Nydia Ariella Atalie
28-10-2026•1 pembaca
Wacana Siswa Tidak Naik Kelas Kembali Menguat, Pemerintah Pertimbangkan Penerapan pada 2027
Pexels

MEDIA TERHUBUNG – Wacana penerapan kembali kebijakan tidak naik kelas bagi siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah menjadi perhatian publik. Kebijakan ini dinilai dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi di sisi lain memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi psikologis siswa hingga potensi bertambahnya angka putus sekolah.

Mengutip pada laman Kompas, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan usulan untuk mempertegas kebijakan kenaikan kelas. Langkah tersebut diharapkan dapat menghindari anggapan bahwa setiap siswa secara otomatis akan naik ke jenjang kelas berikutnya.

Dalam keterangan pers saat menghadiri pembukaan Konvensi Pendidikan Nasional Indonesia 2026 di Bali, Jumat (2/10/2026), Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi diterapkan mulai 2027.

Meski demikian, penentuan kenaikan kelas sejatinya bukan hal baru dalam sistem pendidikan Indonesia. Selama ini, guru dan satuan pendidikan memiliki kewenangan untuk menentukan apakah siswa layak melanjutkan ke kelas berikutnya maupun dinyatakan lulus dari sekolah.

Keputusan tersebut perlu didasarkan pada penilaian yang objektif, adil, dan mendukung proses pendidikan. Pertimbangan sekolah juga semestinya mencakup kesejahteraan atau wellbeing siswa, bukan hanya capaian akademik semata.

Kebijakan Kenaikan Kelas Bukan Hal Otomatis

Komentar & Opini Pembaca2

Menjunjung tinggi etika berkomentar & Pedoman Pemberitaan Media Siber.
B

Bambang Sudiro

25 menit yang lalu

Inisiatif yang luar biasa. Transformasi digital seperti ini sangat dibutuhkan agar potensi daerah tidak tertinggal.

D

Dr. Nurul Hidayati

1 jam yang lalu

Integrasi data real-time antar wilayah akan mempercepat transparansi APBDes dan efisiensi birokrasi.