MediaTerhubung - Connecting The Future

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Tekanan Nilai Tukar Berlanjut

Nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Pelemahan ini menjadi perhatian di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pergerakan mata uang di pasar internasional.

Nydia Ariella Atalie
27-10-2026•1 pembaca
Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Tekanan Nilai Tukar Berlanjut
Pexels

Terhubung — Nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Pelemahan ini menjadi perhatian di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pergerakan mata uang di pasar internasional.

Mengutip Kompas.com, berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp18.142 per dolar AS pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Posisi tersebut melemah 7 poin atau sekitar 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.135 per dolar AS.

Pada lama lain, IDN Times melaporkan rupiah ditutup pada level Rp18.156 per dolar AS pada hari yang sama. Posisi tersebut melemah 21 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Rupiah sempat menguat hingga Rp18.125 per dolar AS sebelum kembali bergerak melemah. Nilai tukar rupiah tercatat bergerak dalam rentang Rp18.125 hingga Rp18.167 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah juga terlihat sejak awal perdagangan. Mengutip CNBC Indonesia, rupiah dibuka melemah 0,06 persen ke level Rp18.050 per dolar AS. Dalam waktu sekitar satu jam setelah pembukaan, rupiah kembali melemah 55 poin dari posisi awal perdagangan.

Pergerakan tersebut berbalik dari kondisi pada Jumat pekan sebelumnya, ketika rupiah ditutup menguat tipis 0,03 persen ke level Rp18.040 per dolar AS.

Komentar & Opini Pembaca2

Menjunjung tinggi etika berkomentar & Pedoman Pemberitaan Media Siber.
B

Bambang Sudiro

25 menit yang lalu

Inisiatif yang luar biasa. Transformasi digital seperti ini sangat dibutuhkan agar potensi daerah tidak tertinggal.

D

Dr. Nurul Hidayati

1 jam yang lalu

Integrasi data real-time antar wilayah akan mempercepat transparansi APBDes dan efisiensi birokrasi.