MEDIA TERHUBUNG, LAMPUNG TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, masih menjadi perhatian tim gabungan. Hingga Senin (26/10/2026), sejumlah titik api dilaporkan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan, sementara kebakaran baru juga muncul di kawasan perbatasan taman nasional dengan perusahaan PT Great Giant Pineapple (GGP).
Mengutip pada laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Penanganan kebakaran melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pengelola TNWK, TNI, Polri, BPBD, mitra konservasi, masyarakat, serta sejumlah unsur pendukung lainnya. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk mengendalikan api sekaligus mencegah perluasan kebakaran di kawasan konservasi tersebut.
Berdasarkan laporan pendampingan BNPB, kebakaran yang terjadi sejak 22 September 2026 masih menyisakan area terbakar yang belum padam sekitar 40 hektare. Dalam operasi pada Jumat (23/10), tim gabungan berhasil memadamkan api di area sekitar 10,2 hektare. Angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan pemantauan dan evaluasi lapangan.
Sementara itu, laporan mengenai kebakaran di TNWK juga menyebut adanya titik api yang muncul sejak Agustus 2026 di lokasi berbeda dengan kebakaran yang kembali terjadi pada September dan Oktober. Kondisi tersebut membuat upaya penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah.
Pemadaman Dilakukan Melalui Jalur Darat dan Udara
Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, tim gabungan mengerahkan helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L guna melakukan pemadaman udara melalui dua sortie water bombing atau penyiraman air dari udara.

